Friday, June 1, 2018

Perancangan Penulisan untuk cuti semester 2017/2018



Assalamualaikum semua. Alhamdulillah pada hari ini kita telah berpuasa selama 15 hari iaitu pada hari ini 16 Ramadhan 1439H bersamaan 1 Jun 2018M.

Setelah dua tahun saya menjadi MTM di Kolej Canselor, maka kali ini saya dapat bercuti penuh untuk cuti semester kali ini. Maka, berikut perancangan saya untuk skop penulisan.


1) Menyiapkan novel Kau Tetap Isteriku
2) Membuat satu cerpen untuk dihantar ke majalah/surat khabar (cerpen cinta LDR)
3) Memulakan novel baru iaitu Emirhan yang berkaitan dengan percintaan saya dengan student Turkey. Untuk cerita ni, saya akan rujuk serba sedikit daripada cerita Yeni Gelin (New Bride), iaitu gaya hidup di Turkey dan gaya penulisan saya akan ada masuk sedikit bahasa turki seperti yang dilakukan kak Maria Isabella dalam karya-karyanya seperi Uqasha yang ada selit bahasa Thailand.

akan ada unsur islamik sedikit. ni satu daripadanya yang saya dapat dari ceramah Isteri Menuntut Pahala Suami

4) Menyiapkan novel Aku dah Kahwinlah!

Jadi itu sahaja mengikut urutan keutamaan. Moga dapat tunaikan list ni. Aamin.

Wednesday, April 11, 2018

Nota Kecil untuk Sayang



Assalamualaikum semua..

Hari ini kisah cinta lagi. Mungkin semua dah bosan. Nak baca kisah yang tak seberapa ni. Tapi, saya perlu luahkan juga di sini. Nota kecil ni saya tulis untuk sayang a.k.a saya sendiri. Itulah gelaran yang saya gelar untuk diri saya sendiri dalam diam. Kenapa panggil macam tu? Tak geli ke?

Cuba semua bayangkan jika satu hari nanti, bila dah kahwin nanti, tiba-tiba suami kita panggil 'sayang' untuk kali pertama. Mesti terkejut kan? Jadi, saya praktislah panggil sayang. Tak adalah culture shock.

Nota ini saya tulis waktu saya berada di hutan. Waktu tu ada program kolej. Maka terhasil nota ini. Ini kali kedua saya pergi program ini. Tahun lepas ada juga nota kecil. Tapi dengan orang lainlah. Orang tu rasanya semua dah tahu kan. Tak perlulah saya cerita lagi. Maka, kali ini cerita cinta saya dengan orang Turki. Maka, inilah notanya.

Aku tiada kata untuk aku luahkan sekarang. Soal cinta, kalau dulu aku cuba untuk melupakan J kerana aku tahu aku tak sepatutnya ada hati padanya. Dan perkara itu berjaya namun hanya berkurang sikit rasa itu. Untuk tahun ini, kisah itu sudah tamat, namun hadir pula rasa lain. Aku tak tahu ini cinta atau nafsu. Kalau cinta, kenapa tak pasang niat untuk berkahwin dan kalau nak kahwin, bersedia ke jiwa batin ini?
Kadang-kadang aku rasa bersalah ada rasa ini. Umpama berdosa untuk aku mencintai lelaki ajnabi dalam hidup aku. Aku tak tahu pengakhiran cerita ini. Sama ada disatukan dalam satu ikatan yang sah atau berakhir dengan mengikut haluan hidup masing-masing. Aku sedar kalau kita berharap untuk manusia mengikut apa yang kita mahukan namun mereka tidak melakukannya, maka rasa kecewa itu yang akan kita rasa.
Lain rasanya bila perasaan cinta yang bukan daripada diri kita seperti kisah-kisah sebelum ini. Mengenali lelaki berumur 25 tahun ini yang berasal dari Turki umpama menyimpan angan-angan yang tidak jelas. 
Konklusinya, anggap dia sebagai kawan sahaja. 

Sunday, March 11, 2018

Kunci Kebahagiaan dalam Rumahtangga


Dua Orang Baik tapi Mengapa Perkawinan Tidak Bahagia?

Saya melihat dan mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka. Seharusnya mereka layak mendapat perkawinan yang baik. Saya bertanya pada diri sendiri, "Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?"

Setelah dewasa, akhirnya saya memasuki perkawinan dan perlahan-lahan saya mengetahui jawaban itu...

Anehnya, saya tidak merasa bahagia dan suamiku sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin rumah kurang bersih, masakan tidak enak, lalu dengan giat saya membersihkan rumah dan memasak dengan sepenuh hati.

Namun, rasanya, kami berdua tetap tidak bahagia. Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan rumah, suami saya berkata, "temani aku sejenak mendengar alunan musik!"
Dengan mimik tidak senang saya berkata, "Apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum dipel?"

Ada beberapa kesadaran muncul...

"Aku membutuhkanmu untuk menemaniku... Rumah kotor sedikit tidak apa-apa.." ujar suamiku.
Saya kira dia perlu rumah yang bersih, ada yang memasak, dst.
"Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku."



Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, rajin bekerja dan mengatur rumah dengan sungguh2 berusaha memelihara perkawinan sendiri.

Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan Ibu. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkawinan mereka. 

Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah yang tidak mendapat apa yang dia butuhkan dalam perkawinannya.

Waktu ibu habis untuk membersihkan rumah pada hal yg dibutuhkan ayah adalah menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan. Ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih namun ibu jarang menemani ayah. Ia berusaha mencintai ayah dengan caranya.

KESADARAN MEMBUAT SAYA MEMBUAT KEPUTUSAN YANG SAMA
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku, "Apa yang kau butuhkan?"

Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara yang diinginkan pasangan kita.

Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja. Begitu juga suamiku, dia menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.

Puluhan kebutuhan yang panjang dan jelas. Misal: Waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk setiap pagi, memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat, dstnya.

Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang sulit. Misal: "dengarkan aku, jangan memberi komentar". Ini adalah kebutuhan suami.

Kalau saya memberinya usul, dia bilang dirinya merasa tampak seperti orang bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.

Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya, kalau tidak saya hanya mendengarkan dengan serius...

Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun jauh lebih bermakna dalam pernikahan kami...

Bertanya pada pasangan kita, "Apa yang kau inginkan?" ternyata dapat menghidupkan pernikahan.

Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah dan ibu tidak bisa bahagia, 
MEREKA TERLALU BERSIKERAS MENGGUNAKAN CARA SENDIRI DALAM MENCINTAI PASANGANNYA, BUKAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN CARA YANG DIINGINKAN PASANGANNYA.

Kita mungkin sangat lelah melayani pasangan kita, namun dia tidak menghargai... Akhirnya kita kecewa dan hancur.
Allah telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, SETIAP ORANG PANTAS DAN LAYAK MEMILIKI SEBUAH PERKAWINAN YANG BAHAGIA, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan oleh pasangan kita!

*Satria Hadi Lubis*

Semoga kita semua dapat pengajaran dari cerita ini. Untuk panduan saya juga :)

Cerita ini saya ambil dari Group FB Buah Hatiku
https://www.facebook.com/BuaHatiKu/posts/1657756064296776

Saturday, March 10, 2018

Sözlerimi Geri Alamam







Gambar dekat atas tu menggambarkan perasaan saya dalam senyap. Hehe. Kalau lihat, ada gambar perempuan rendah dengan lelaki tinggi. Itulah saya dengan dia. Tinggi saya 145 cm dan dia 175cm. Banyak beza kan? 

Assalamualaikum pembaca semua.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bernafas dengan sempurna.
Beberapa hari yang lepas, saya kurang sihat. Masuk angin sikit perut saya ataupun saya terlebih makan. Macam itulah ceritanya. Sebelumnya, saya makan makanan yang mahal sikit, jadi saya cuba untuk habiskan makanan tersebut. Pada hari itu juga, saya memberitahu mengenai si dia kepada kawan rapat saya. Seolah tidak ingat dunia saya bercerita tentangnya pada kawan saya. Jadi, kiranya waktu saya makan, pada waktu sama mulut saya ni tak habis-habis bercerita. Tengah bercintalah katakan. Hehe.

Namun, saya sedar. Allah beri kita rasa sakit supaya kita ingat kembali tujuan kita di dunia ini. Insaf jugalah.

Kenapa saya terlalu memikirkan tentang dia sedangkan ibu bapa sendiri pun tak sebegitu kau ingat? Siapa dia untuk kau ingat lebih-lebih? Suami ke? Habis tu, ibu bapa kau letak mana?

Nak bercinta tu, boleh. Tak salah. Namanya pun fitrah. Tapi biarlah berpada-pada. Cintailah dia seadanya. Selagi dia bukan suami, dia bukanlah siapa-siapa.

Saya pun sedar perubahan yang berlaku beberapa minggu yang lepas. Boleh dikatakan saya ni terlalu berharap. Sis sedar sikit, siapa dulu yang mula? Dia atau kau? Dia kan? Habis tu, dah kenapa kita pula yang berlebih? Nak kena lagi sekali ke? Kau tahu kan bertapa peritnya rasa kecewa itu?

Saya kata sebegini kerana saya mengharapkan dia mesej saya setiap hari. Jadi, bila terlalu excited, begitulah yang terjadi. 

Saya nak berubahlah kawan-kawan. Supaya jadi sabar sikit. Biar lelaki yang mulakan dulu. Selagi dia senyap, biarkan mereka. Mereka ada kehidupan. Begitu juga saya. Nanti, bila dah jadi suami, barulah boleh nak mengongkong ke apa. Tapi bukan sekarang, ok?

Dua hari saya tak buka instagram & mesej dengan dia. Dengan harapan saya dapat kawal perasaan yang berlebihan itu supaya menjadi sederhana. Harapnya dapat maintain. Doakan sis. Terima kasih.

Doakan hubungan kami mendapat restu daripada kedua-dua belah pihak. 
Saya rindu mak ayah saya di rumah. Dan lagi satu, rindu dekat keluarga dia. Haha, pelik juga ada perasaan begitu. Oh ya, dia dah tunjuk gambar keluarga dia dekat saya. Ada kakak, emak dan nenek. Ayah? Saya tak tanya lagi. 

Akhir sekali, sis belanja sikit translation dari lagu untuk tajuk di atas. 

Sözlerimi Geri Alamam
(Saya tidak dapat tarik balik kata-kata saya)

Sözlerimi geri alamam
Yazdığımı yeniden yazamam
Çaldığımı baştan çalamam
Bir daha geri dönemem

Saya tidak dapat tarik balik kata-kata saya
Saya tidak dapat tulis balik tulisan yang pernah saya tulis satu masa dulu
Saya tidak dapat memutarkan semula perkara yang telah berlaku
Sata tidak dapat patah balik

....

Saya dengar lagu ni dari cerita teledrama Kiralik Aşk pada episod akhir iaitu episod 69.

Friday, March 2, 2018

Jodohku Orang Turki

Jodoh dua benua

Assalamualaikum semua. Hai..Apa khabar semua?

Merhaba. Ben Nabihah. Nasılsın?

İyiyim.

Jadi, hari ini genap perkenalan kami selama 2 minggu dalam fasa kenal hati. Dan sebelumnya adalah sebulan ketika fasa kawan. Macam mana, okay ke?

Saya tidak pernah terfikir Allah akan hadirkan dia dalam hidup saya. Sebab kami kenal melalui laman sosial, Interpals. Persamaan kami hanya satu. Saya mengagumi negara Turki. Dia pula mengagumi negara Malaysia. Pada mulanya, saya hanya menonton drama Turki yang bertajuk Ask Laftan Anlamaz yang memaparkan lelaki turki yang hansome dan perempuan turki yang cukup cantik. Dari drama itu, saya jatuh cinta dengan negara Turki yang amat cantik dan menenangkan. Bahasa mereka bagi saya pada mulanya seakan bahasa arab. dengan lenggok bahasanya yang sopan. dalam cerita ini, banyak kali saya mendengar perkataan 'Wallahi?' dan maksudnya ialah demi Allah. Bagi kita di malaysia atau negara western yang sering kita lihat di kaca televisyen, kita akan menyebutnya sebagai 'janji?' atau 'promise?'. tapi sangat berbeza dengan negara turki ini.

maka, setelah itu, saya mengambil bahasa turki. dan mulalah ramai kawan turki yang saya kenal termasuklah Batuhan. Batuhan ialah lelaki turki yang pertama saya kenal. dia banyak ajar saya untuk belajar bahasa turki dan saya hampir untuk jatuh cinta padanya kerana dia begitu baik dan selalu menegur saya bila saya tak praktis bahasa turki. katanya, saya kena belajar setiap hari untuk faham bahasa turki ni. sampailah satu hari, saya rasa dia terlalu mengambil berat terhadap saya. dan jawapannya ialah dia nak saya berjaya dan dia tiada apa-apa niat pun. dan saya amat faham yang dia hanyalah sekadar cikgu saya. umurnya muda dua tahun dari saya.

setelah itu, hadir pula kawan-kawan yang lain yang berasal dari turki termasuklah yang saya ceritakan ini. saya tak dapat nak beritahu namanya kerana kami masih lagi proses kenal sebagai kawan. kami ada kisah tersendiri sebelum kami menjadi rapat.

saya sering mengingatkan diri saya dan dia untuk mencintai seseorang kerana Allah.
kami memang berjauhan, dan itulah yang memberi saya pengajaran bahawa kekuasaan Allah mengatur jodoh untuk hambaNya.

Hari ni, saya ada terjumpa satu blog seorang perempuan Malaysia yang berkahwin dengan lelaki Turki. Saya akan selidiki lagi cara hidup mereka. Tapi ada kisah sedih dalam hubungan mereka. Suaminya sudah kembali menghadap Allah. Moga kakak kuat. Ni blognya http://belladuru.blogspot.my

dan satu buku yang saya jumpa tentang cara hidup bila berkahwin dengan lelaki turki. In shaa Allah, ada rezeki saya nak beli buku ni. ni bukunya http://www.mphonline.com.my/books/nsearchdetails.aspx?&pcode=9789672038337

Sementara kami masih belum ada apa-apa ikatan yang sah, jadi selagi itulah saya bukanlah sesiapa di hatinya, dan dia bukanlah sesiapa di hati saya.
Allah yang memegang hati-hati ini. Dengan izinnya, saya dan dia akan menjadi suami isteri atau sebaliknya.

Maka, dekatkan diri kepada Allah, Kerana kamu adalah cerminan jodoh kamu. Baik diri saya, maka yang baik juga jodoh saya.
Dia mungkin jodoh yang sering saya sebut dalam doa dan mungkin juga bukan dia tetapi yang lebih baik..

Doakan perjalanan ini berakhir dengan akad nikah dan keluarga kami dapat menerima antara satu sama lain.

Saya belanja satu lagu Turki, harap semua terhibur.


Yine seni sevmekten başka
Hiçbir şey yapmadım bugün
Eni konu çaldı telefonlarım...
Boşver bakmadım bugün

Once again, except loving you,
I could not do anything today
My phone kept ringing
Never mind, didn't look at it today

Sunday, February 25, 2018

Azam tahun 2018

Pada hari dimana saya gembira menghantar surat cinta :)


Assalamualaikum semua pembaca yang disayangi. Agak lama untuk saya meluangkan masa menulis azam untuk tahun ini. Bagaimana pula kisah tahun 2017? Tak ada review ke? Masih tiada mood untuk menulis tentangnya. Mungkin nanti saya akan menulisnya lagi. Oh ya, pasal azam tahun ni. Mudah dan ringkas.

Saya tulis dalam english sebab ringkas.

1. You deserve better
2. Branding Yourself
3. Expose yourself to others
4. Decrease the excuse, increase the solution


Friday, January 12, 2018

Terhenti di Sini Cinta Ini


Assalamualaikum semua pembaca.

nak kata sedih tu, tak adalah sangat. Tapi sedikit terkilan dengan apa yang dah terjadi.
terkilan sebab i do same mistake as you remember that last year same thing happen to me.

i'm realise right now what my mistake. my mistake is too fast to trust a man even though i never meet him. im only know him in social media.

Dah cakap bahasa inggeris pula. haha. macam ni lah jadinya bila berkawan dengan foreigner dekat kelas dan media sosial. nak jadikan cerita, akhirnya saya dapat tahu siapa sebenarnya Mr. E yang dipuja-puja tu. haih... nampak gayanya belum jadi kisah cinta yang gembira. Namun, alhamdulillah saya ambil langkah berhati-hati kali ini supaya hati tidak terlalu sakit jika terluka.

dan kali ini saya bersikap terbuka dengan kakak sepupu saya dan mak ayah saya bila saya berkawan dengan dia.

sedikit sebanyak, dapat nasihat yang amat berguna dan dapat merasionalkan akal cinta waktu tu.

saya dapat cakap macam ni sebab dah seminggu benda ni berlalu. sebaik sahaja saya post pasal Mr. E dekat post sebelum ni, maka berlakulah ujian kesetiaan dia pada saya. nak cakap panjang-panjang pun nanti tak faham. jadi, saya ada buat luahan hati dekat wattpad. bolehlah nak baca, ambil pengajaran dari cerita saya dekat buku yang bertajuk Cinta?

dan sehari lepas tu, datanglah pula Boy E juga. Tapi ni yang sebaya dengan saya. Haha. Tak sangka pula nama dia pun start dengan E. dan sempatlah saya katakan, saya menolak dia. dan disebabkan macam patah hati sikit maka terluahlah ayat ni dekat Boy E. yang bagi saya itulah jawapan yang datang dari hati saya. luahan yang terakhir sebelum saya serius memandang ke hadapan.

Right now, im realise that at this age not suitable for loving somebody. Just love your parents and do your job as a son/daughter.

Nasyid ni baguslah bagi kita move on dan kejar cinta yang halal.

Wednesday, January 3, 2018

Hati yang berbunga..

Assalamualaikum semua pembaca yang disayangi.

Alhamdulillah dah masuk tahun baru. Yeay!!!

Image result for bagi bunga
Kali ni saya tak nak cakap pasal azam mahupun kenangan tahun 2017. Post tu saya buat lain kali. Untuk post kali ni, saya nak kongsi sikit perasaan saya. Cuba teka apa dia? Hehehe (tutup muka)
Apa? Cinta? Haha. Betul!

Saya sedang dilamun cinta semua. Muah muah. Ya Allah, indahnya..
Tapi dalam waktu yang sama, dalam dilema juga. Sebabnya, sekarang dalam proses rindu gitu.
Selain itu, orang yang saya cinta ni dah mula bekerja. Dia sudah bekerjaya hampir tujuh tahun. Jadi, susah sikitlah kami nak dating. Haha, istighfar nak! Tak adalah dating. Kami tak pernah ok. Kami hanya kenal di media sosial dan hanya beberapa kali telefon.  Jadi, bila dia kerja, waktu kerja dia tak menentu gitu. Jadi susahlah nak chat atau call pada bila-bila masa. Kena buat appointment tau. Haha. Betul ke begini kalau sibuk sangat? Kerja apa tu?

Jangankan semua nak tahu, sebab saya pun tak tahu. Masih dalam pengenalan, jadi tak banyak benda yang saya tahu pasal dia. Nama pun saya tahu nama manja dia je iaitu Mr. E. Tak boleh beritahu lebih-lebih nanti dia terbaca pula. Malu pula dia nanti.

Tapi empat hari yang lepas, kami lost contact sekejap. Asalkan saya call mesti voice mail. Macam ada yang tak kena. Tapi, jangan risaulah. Haritu pun kami lost contact juga. Baik-baik saja. Kadang-kadang bila kita nak masuk dalam kehidupan seseorang, perlukan masa untuk adapt dengan perubahan yang ada. Misalnya, biasanya kalau kita nak buat sesuatu, kita senyap je. Buat je tanpa beritahu orang lain. Tapi lain pula ceritanya bila dah ada teman. Semua benda dia nak tahu. Mula-mula tu runsinglah juga. Sebabkan ni percintaan saya yang bukan pertama tapi yang pertama bila lelaki yang mulakan dulu, jadi saya akan bersikap terbuka. Tak lagi berlapik-lapik bila cakap. Penat nak jaga hati orang memanjang. Nilah perubahan saya untuk tahun 2017. Pernah je saya cakap dekat Mr. E yang saya runsing bila dia asyik call saya. Nampak sikitlah dia merajuk. Tapi, saya tak layan. Sorry Mr. E. Tapi, saya tersedar sesuatu. Kalau setakat kawan, mana ada call banyak kali, saya katalah dekat dia, awak suka saya ke?


Hahahaha… saya tak sangka saya sebegitu berani bercakap sedemikian. Dan, on the spot dia kata, sukalah. Tapi waktu tu, saya dalam keadaan marah, tak perasan sangat. Fikir biasa je lah. Saya katalah dekat dia, macam mana boleh suka kalau tak pernah jumpa. Dia on the spot juga kata, kalau macam tu, mari kita jumpa. Saya juga on the spot cakap, daripada jumpa saya, lebih baik jumpa terus mak ayah saya, tapi awak dah ada tabungan ke? Dia jawab, tak ada. Saya jawab, awak kenalah ada tabungan dulu. Saya pun menabung. Saya tak rasa apa-apa waktu tu, tapi lepas saya fikir semula, saya umpama reject dia. Sorry once again Mr. E. Tetapi yang sebenarnya, saya terkejut untuk menerimanya dalam masa sehari je. Saya tak boleh nak tangkap apa maksud dia disebaliknya.

Jadi, pembaca semua doakan yang terbaik lah untuk saya, okay?
Nak tanya pendapat semua, kalau umur dia tua 9 tahun dari saya, agak-agak boleh serasi ke kami ni? Kalau ada pendapat, komen je lah. Mana tahu ada pengalaman sendiri yang ingin dikongsi.

Monday, October 16, 2017

Penulis Menyepi Seketika

Gambar hiasan
Assalamualaikum dan selamat malam semua.

Lewat sikit saya post kali ni. Waktu malam gitu. Ada sense of emotional sikit.

Apa orang kata masa macam ni, memang mudah untuk kita luahkan perasaan kita.


Alkisahnya begini.
Awak semua kenal saya sebagai penulis kan? Atau kenal saya sebagai watak lain? Haha.

Ramai yang mesej, komen dan macam-macam medium yang mereka lakukan dan bertanya pada saya bila nak sambung menulis. Jawapan saya pasti, inshaa Allah bila ada idea.

Masalah sekarang ialah idea tu ada je sebenarnya. Tapi hati untuk merelakan atau tidak untuk menulis. Kenapa saya kata sedemikian?

Apa yang kamu baca, itulah diri saya. Kamu kenal watak ni macam ni, watak tu macam tu, itulah refleksi diri saya. 'Kejujuran' itulah masalah saya.

Baguslah untuk berlaku jujur tetapi bukan untuk semua benda kan?

Kejujuran adalah perkara yang baik jika kita pandai untuk mengawalnya. Siapa je yang tak suka kalau kita jujur? Lebih-lebih lagi dalam satu perhubungan. You see what I mean? It's come again.

Jadi marilah saya jujur untuk kali ni sahaja. Tentang satu rahsia. Untuk skop penulisan. Bukan skop lain. Saya ulang skop PENULISAN.

Saya tahu ramai suka part cheezy atau lebih terang bahagian mature content atau lebih terbuka bahagian sex. Inilah elemen yang ada dalam novel Kau Tetap Isteriku. Saya terhenti untuk sambung menulis disebabkan elemen ini.

Saya bergelut dengan hati dan minda saya. Jadi, I end up watching prohibited video, yeah you know right? Tapi betul ke tindakan saya ni? Sudah pasti salah kan? Dan bila saya sedar semuanya salah, saya cuba perbaiki diri saya. Jadi yang lebih baik.

Takkan saya nak tambah dosa kamu semua baca novel yang begitu. Bukan sahaja kamu. tetapi diri saya juga. Nak berulang melakukan sesuatu yang kita sendiri tahu salah.

Jadinya, novel itu tidak akan bersambung lagi sehinggalah saya bakal berkahwin kelak. Let me feel it with halal one. 

Mungkin ini diri saya. Bukan diri penulis lain yang dapat membahagikan antara kehidupan dan watak dalam sebuah novel. Saya tetap saya walau dalam novel.

Yeah, semestinya ada yang sedang berduka. Biar betul nak stop jadi penulis?
Haha. Wait! Saya tak akan berhenti jadi penulis tetapi saya akan mengubah hala tuju. Mungkin dalam penulisan ilmiah? atau lebih kepada genre yang tidak mengaitkan dengan kelemahan saya seperti cinta? What is life without love?


Friday, August 4, 2017

Indahnya belajar di UPM Serdang

Assalamualaikum semua teman-teman.
Yang jauh di mata. yang dekat di hati.
Yang sudah sedia kenal atau yang baru nak berkenalan.
Haha, gitulah kenal-kenal dulu.
Nanti ada jodoh, boleh jadi suami isteri.



Hari ni nak kongsi sikit pengalaman dua tahun degree dan setahun asasi di Universiti Putra Malaysia (UPM) di Serdang, Selangor. Mesti yang baru dapat keputusan kemasukan bulan September sesi 2017/2018 tak sabar nak masuk alam baru iaitu alam universiti.

Tapi, sebelum saya bercerita panjang, ke mana pun kita pergi, itulah jodoh kita. Dah jodoh kita belajar dekat UPM, maka dapatlah UPM. Yang berharap masuk UPM tetapi tak dapat, jangan bersedih. Sebab awak tetap dapat masuk universiti. Yang tak dapat atau ditolak, jangan mudah berputus asa, pasti ada yang lebih baik yang telah Allah aturkan untuk awak.
Nasihat dari kakak untuk adik-adik.

Jadi, apa yang indah sangat berada di UPM ni?
Pertama sekali, UPM merupakan universiti penyelidikan di Malaysia iaitu ada lima keseluruhan. UPM adalah satu daripadanya. Seperti sedia maklum, yuran memang sedikit tinggi adalah sebab status universiti penyelidikan.

Namun, yuran bukanlah penghalang kalau mutu pembelajaran yang kita dapat adalah tahap yang cemerlang dan terbilang.

Banyak lagi fakta yang kamu boleh tahu dengan like FB page rasmi Universiti Putra Malaysia dengan klik link ni UniPutraMalaysia.

Setelah 3 tahun berada di UPM, saya perhatikan UPM mempunyai suasana yang menyenangkan dengan kehijauan pokok mengelilingi main campus, kolej dan fakulti yang ada.

Secara amnya, UPM mempunyai satu laluan khas untuk penunggang basikal seperti saya. Jadi, kamu jangan risau untuk bersiar-siar sekitar UPM menggunakan basikal. Bersebelahan UPM, mempunyai kuaters untuk staff UPM. Di situ terdapat kedai-kedai dan juga pasar raya mini yang boleh kamu kunjungi menggunakan basikal. Dengan hanya menggunakan basikal, kamu dah boleh berdikari mencari makanan, stok makanan sepanjang berada di sini.

Ada juga bas yang akan ke bandar seperti ke The Mines (pasaraya yang terkenal di Serdang) dan KTM Serdang untuk pulang ke kampung dan tempat lain di sekitar Selangor dan Kuala Lumpur. Kamu tidak perlu membayar bas tersebut dengan syarat memakai kad matrik. Dan semestinya kad matrik perlu dipakai sepanjang berada di kampus untuk menikmati kemudahan yang disediakan oleh UPM untuk pelajar UPM.

Perpustakaan dan Pusat Kesihatan Universiti (PKU) yang paling ramai kunjungi. Jadi, kamu mestilah tahu mana terletaknya kedua-dua bengunan ni. PKU terletak di bahagian kolej manakala perpustakaan terletak di bahagian main campus. Kolej dan main campus ni macam daerah yang bersebelahan. Jadi ada jalan raya yang memisahkan antara dua kawasan ni. Nanti kamu tahulah bila dah berada di UPM.

Jadi, kolej yang saya duduki ialah Kolej Canselor dan fakulti saya ialah Fakulti Sains Komputer dan Teknologi Maklumat. Kolej ditetapkan mengikut kos yang kamu ambil. Kebiasaannya hanya beberapa orang sahaja yang mungkin ke kolej berlainan atas faktor bilangan yang tidak dapat ditampung.

Memandangkan post saya mengenai UPM, makanya saya hanya akan memberi pandangan saya mengenai UPM. Untuk tahu mengenai kolej dan fakulti saya, boleh tinggalkan komen atau emelkan ke nabihah.student@gmail.com.

Boleh juga join group FB untuk pelajar baharu sesi 2017/2018 di link ini Official Intake 2017/2018 UPM

SELAMAT DATANG KE UPM!

Beberapa gambar sepanjang berada di UPM pada sesi 2016/2017.







About Me